Almarhum kakekku tercinta I Gede Yudana, di sini aku mau ceritaiin tentang kakekku yang sangat hebat, sekarang aku lagi kangen banget sama beliau dan mau mengenang beliau. Aku akan berbagi sama kalian tentang kakekku tercinta, selain sebagai kakekku beliau juga seorang pemain drama gong yang legendaris (bangga banget). Beliau seorang kakek yang sangat tegas, penuh dengan totalitas, perfectionist, senang bantuin orang lain walaupun bukan saudaranya sendiri. Dalam profesinya beliau seorang pemain drama gong yang berperan sebagai "Raja Buduh" yaitu seorang anak raja yang gila (bukan ndak waras), gila dalam arti jahil, tulalit, lucu dan suka godaiin Sang Putri dan para dayangnya. Dengan di temani dua orang pengikutnya "Petruk dan Dolar" beliau sering memiliki ide jahil untuk mengganggu dan menggoda Putri dan Para Dayang. Namun, karena agak tulalit sehingga beliau sering dikerjai balik oleh pengikutnya dan beliau sering dihasut oleh Patih yang berkarakter jahat untuk melakukan hal-hal bodoh.

Nah...ayo tebak kakekku yang mana? Kakekku deretan ke-2 dari kiri, tetep ganteng kan walaupun lagi pake riasan (make-up) gitu. Ini foto kakekku bersama teman-temannya saat selesai pemetasan. Nah, dua orang yang jongkok itulah Petruk dan Dolar.
Kakekku tergabung dalam grup drama gong bernama Sancaya Dwipa. Menurut Kakekku di sebuah majalah, Drama
Gong adalah ajang berbahasa Bali yang baik. Bukan berarti beliau
fanatik dengan zaman lampau, namun dengan berbahasa baik siapa
pun akan mendapatkan jalan untuk lebih menghormati orangtua atau
pada sesama. Peran raja buduh atau raja gila yang sering
dilakoninya menumbuhkan kepuasan tersendiri, meskipun dalam
memainkan peran itu ia harus berekspresi bloon dan tidak cerdas,jauh dari sikapnya sehari-hari. Namun Beliau justru gembira
menjalaninya. "Jika orang-orang menyoraki saya di panggung,
saya merasa bangga. Artinya saya berhasil membawakan
peran," menurut beliau. Totalitas beliau terbukti dengan banyaknya para penonton yang tertawa melihat lawakan beliau dan banyak penggemar yang sangat senang dan selalu menonton pertunjukkan beliau. Walaupun aku yang cucunya sendiri jarang nonton kakekku tampil he..he...he...Di sinilah kebanggaan bertambah karena banyak yang mengenal kakekku dan menyenangi kakekku.

Inilah rupa kakekku saat melakoni Raja Buduh, sangat terlihat kebloonannya...hahahhahaha...
Dan sekarang kakekku telah beristirahat dengan tenang di sisi-Nya dan tak terasa beliau telah 2 tahun meninggalkanku. Beliau lahir di Ubung, tanggal 14 Januari 1945 dan wafat tanggal 16 Januari 2010. Sebelum beliau wafat, kami sekeluarga sempat merayakan ulang tahun beliau di Rumah Sakit. Padahal beliau sudah merencakan ingin merayakan ulang tahun beliau dengan makan-makan bersama di sebuah rumah makan pilihan beliau. Namun, tanpa diduga beliau drop pada siang harinya dan mesti dibawa ke rumah sakit saat itu juga sehingga ulang tahun beliau dirayakan di Rumah Sakit. Sedih kalo inget saat itu. Dan sekarang kami sekeluarga survive melanjutkan hidup kami tanpa keberadaan beliau dan selalu mengenang beliau dalam hati kami.
Terima Kasih Kakek atas semua kasih sayangmu selama ini...Selalu Mencintaimu Dalam Damai...I Love U So Much Grandpa...Miss U So Much...